SHARING CELLO #1

Oleh: Alfian Emir Adytia

2015

 

Prologue: Alternatif Latihan

 

Bingung mau latihan apa? Mulai dari apa? Yang dilatih apa? Untuk apa? Wajar jika anda bingung. Saya juga pernah bingung. Sampai sekarang. Saya sering heran dulu kok guru sering bilang “Kalo mau jadi musisi handal, harus latihan sehari 6 jam”. Lah 1 jam aja belum tentu gurunya mau ngajarin kok suruh latihan 6 jam. Sing dilatih ki opoo… Saya bukan seorang yang tau tentang cara latihan yang efektif atau yang benar itu bagaimana. Tapi saya mau coba sharing tentang bagaimana pendekatan saya ke sebuah karya musik yang dilatih.

 

Klasifikasikan anda latihan apa. Apakah anda melatih grammar-nya atau drama-nya

 

Saya tidak yakin kita punya waktu 6 jam sehari untuk latihan saja. Kesibukan kita macem-macem. 2 jam saja belum tentu kelakon. Maka kita harus sedikit lebih bijak dalam latihan. Memilah antara grammar dan drama ini sangat baik untuk menghasilkan latihan yang lebih menghemat waktu dan tenaga. Grammar adalah tatabahasa di dalam musiknya yang jika diterjemahkan ke dalam instrument adalah tekniknya. Hambatan teknik banyak kita temukan di dalam karya yang kita latih yang sering menghalang cita-cita interpretasi kita. Sementara drama adalah unsur acting-nya. Drama idealnya dilatih setelah grammar beres. Bicara yang bener dulu, baru ke acting-nya. Kalo bicara belum bener dan langsung acting, gimana penonton mau mudeng yang disampaikan apa?

 

Melatih Grammar

 

                  Saya pilih karya yang sedang saya latih untuk topik sharing hari ini, Dvorak Cello Concerto (1st mov). Latihan grammar harus diawali dengan kepolosan. Polos dalam hal interpretasi. Kita perlu bener-bener jadikan karya ini seperti kanvas kosong yang baru mau dilukis sketsanya. Step-step yang saya sarankan adalah:

 

PERIODE PERTAMA

  1. Perhatikan tangga nada. Jika mau, latihlah tangga nada tersebut terlebih dahulu.

  2. Latih dengan tempo 2x lebih pelan dari tempo asli (jika bertempo cepat).

  3. Pastikan ritmis terlebih dahulu.

  4. Konsentrasi ke intonasi. Jika ada nada yang salah, langsung berhenti. Latih dari sebelum nada yang salah tersebut, bukan di nada yang salah itu.

  5. Dengan tempo lambat tersebut, latih per-sub-bagian sampai benar-benar bersih, baru lanjut ke sub selanjutnya sampai seluruh movement selesai.

 

PERIODE KEDUA, KETIGA & KEEMPAT

  1. Copy seluruh step di periode pertama tersebut dengan tempo sedikit lebih cepat dan lebih cepat di periode berikutnya.

 

PERIODE KELIMA, KEENAM, KETUJUH & KEDELAPAN

  1. Latih bagian-bagian yang tersulit. Dengan tempo yang perlahan dan pasti. Perhatikan benar-benar apa yang menghalangi anda. Yang sudah anda bisa lakukan, jangan dilatih.

  2. Jika sudah benar, ulang lagi sampai minimal 10 kali tanpa kesalahan. Baru anda diperbolehkan untuk menaikkan temponya sekian RPM. Tidak ada guru yang akan nggembleng anda, anda adalah guru kepada anda sendiri.

  3. Jika kesakitan atau sudah kelelahan, jangan dipaksa. Istirahat beberapa menit. Ngopi, udud. Baru lanjut lagi.

  4. Di tengah anda mendisiplinkan diri, dengarkan beberapa rekaman karya tersebut di YouTube. Ia akan memotivasi anda. Di tengah sakitnya anda latihan dengan tempo lambat dan pengulangan-pengulangannya yang menyebalkan, anda ingin suatu saat nanti latihan ini terbayarkan dengan performa yang indah seperti mereka-mereka di YouTube (referensinya harus yang bagus yaa).

 

PERIODE KESEMBILAN

  1. Anda sudah sampai tahap (hampir) beres di bab teknik. Sekarang waktunya mulai masuk ke interpretasi. Menerjemahkan/menafsirkan nada, simbol, instruksi-instruksi yang tertulis dengan pengetahuan anda.

  2. Perhatikan dinamika. Bukan hanya perhatikan dimana letaknya dinamika, tapi juga perhatikan tubuh anda yang menghasilkan bunyi tersebut. Apakah ia sudah pada posisi yang tepat (nyaman) untuk menghasilkan dinamika-dinamika tertulis?

  3. Perhatikan jenis gesekan/tiupan/tone apa yang digunakan untuk motif tertentu.

 

Melatih Drama

 

                  Kemasan akhir produk anda. Sajian akhir kriya anda. Setelah seluruh kepolosan anda latih sampai pada hampir a tempo, kini waktunya anda mengemas sajian terakhirnya. Pada tahapan ini, sudah minim bab teknik yang menjadi masalah kepada anda. Tahap ini idealnya sudah dilewati proses grammar selama beberapa bulan. Di dalam melatih drama, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

 

  1. Lakukan keputusan bunyi sesuai konsep musikal yang ada di dalam kepala anda. Jika mendadak muncul ide baru, jangan segan-segan untuk menerimanya dan coba. Musik selalu berubah.

  2. Latih frasenya. Kalimat musiknya secara umum dan nafasnya secara rinci.

  3. Latihan dengan full score (piano reduction tidak apa-apa) untuk mengetahui secara global anda memainkan apa dengan siapa.

  4. Jika anda punya partner pianis latihan, akan sangat baik sekali jika kalian berlatih bersama.

 

Epilogue

 

Segala usul dan saran latihan ini hanya alternatif pilihan dari saya yang saya tawarkan kepada anda. Jika anda merasa model latihan ini menguntungkan, anda bisa mencontohinya dan mengembangkannya sesuai cara anda. Berlatih tidak hanya ada satu opsi. Anda bisa berlatih dengan model apapun yang menurut anda itu baik dan bermanfaat. Selamat berlatih! Terima kasih.